21) Menurut cognitive
theory of multimedia learning bahwa ada tiga asumsi utama yang dijadikan acuan
dalam merancang suatu multimedia pembelajaran. Jelaskan ketiga asumsi tersebut
dengan memberikan contoh masing-masing media yang relevan untuk pembelajaran kimia.
Jawab :
Mayer
(2001) mengemukakan tiga asumsi berdasarkan
Teori Kognitif Multimedia Learning (CTML),
yaitu:
Pertama,
Asumsi saluran-ganda (dual-channel assumption)
yang menyatakan
bahwa manusia menggunakan kanal pemrosesan informasi terpisah yakni untuk
informasi yang disajikan secara visual dan informasi yang disajikan secara
auditif. Pemrosesan informasi terjadi dalam tiga tahap. Pertama, informasi
memasuki sistem pemrosesan informasi baik melalui kanal visual maupun melalui
kanal auditif. Kedua, informasi-informasi ini kemudian diproses secara terpisah
tetapi bersamaan di dalam memori kerja (working memory), di mana isyarat
tutur (speech) yang bersifat auditif maupun gambar (termasuk di dalamnya
video) dipilih dan ditata. Kemudian, tahap ketiga, informasi dari kedua kanal tersebut disatukan dan
dikaitkan dengan informasi lain yang telah tersimpan di dalam memori jangka
panjang. Tahap ketiga inilah yang bertanggungjawab mengenai bagaimana informasi
yang sama bisa diinterpretasi secara berbeda oleh masing-masing pembelajar.
Penyebabnya adalah pengalaman belajar yang dimiliki oleh masing-masing
pembelajar tidaklah sama.
Kedua, Asumsi
Kapasitas-terbatas (limited-capacity)
yang menyatakan adanya keterbatasan kemampuan
manusia memproses informasi dalam setiap kanal pada satu waktu. Dalam satu sesi
presentasi, audiens hanya bisa menyimpan beberapa informasi visual (gambar,
video, diagram, dsb) dan beberapa informasi tutur (auditif). Asumsi
inilah yang mendasari riset dan teori yang disebut teori beban kognitif (cognitive
load theory). Meskipun beban maksimal tiap individu bervariasi, beberapa
penelitian menunjukkan bahawa rata-rata manusia hanya mampu menyimpan 5-7
‘potongan’ informasi saja pada satu saat.
Ketiga, Asumsi
Pemrosesan aktif (active-processing)
yang menyatakan bahwa manusia secara aktif
melakukan pemprosesan kognitif untuk mengkonstruksi gambaran mental dari
pengalaman-pengalamannya. Manusia tidak seperti tape recorder yang
secara pasif merekam informasi melainkan secara terus-menerus memilih, menata,
dan mengintegrasikan informasi dengan pengetahuan yang telah dimilikinya.
Hasilnya adalah terciptanya model mental dari informasi yang tersajikan. Ada
tiga proses utama untuk pembelajaran secara aktif ini, yakni: pemilihan bahan
atau materi yang relevan, penataan materi-materi terpilih, dan pengintegrasian
materi-materi tersebut ke dalam struktur pengetahuan yang telah dimiliki
sebelumnya. Proses ini terjadi di dalam memori kerja yang terbatas
kapasitasnya. Pendeknya, manusia adalah prosesor
aktif yang menalar dan memasuk akalkan setiap informasi yang ada. Manusia bukan
prosesor pasif yang hanya menerima merekam sesuatu dan menyimpannya di memori
dan dapat diputar olah kapan saja.
Model belajar ini mengasumsikan manusia memiliki dua
kanal menuju memori kerja. Satu kanal berasal dari indera pendengaran dan kanal
yang lain berasal dari indera penglihatan. Bahan ajar multimedia mungkin berisi
gambar dan kata-kata (baik dalam bentuk tekstual maupun tuturan). Gambar dan
narasi tekstual (printed word) masuk menuju sistem pemroses kognitif pembelajar
melalui indera penglihatan, sedangkan narasi tuturan (spoken words) masuk
melalui indera pendengaran. Pembelajar tidak menerima semua informasi yang
disajikan melainkan memilih dan menyaring sesuai minat dan kepentingannya.
Informasi-informasi yang terpilih lebih lanjut diproses dalam memori kerja
pembelajar. Memori kerja ini memiliki keterbatasan dalam hal menyimpan dan
memanipulasi informasi di setiap kanal. Dalam memori kerja ini, pembelajar
secara mental mengorganisasikan gambar-gambar terpilih kedalam model piktorial
dan beberapa tuturan ke dalam model verbal. Kedua jenis informasi ini dipadukan
dengan informasi yang telah dimiliki pembelajar dari memori jangka panjang yang
merupakan gudang penyimpanan pengetahuan pembelajar. Memori
kerja berfungsi bukan saja menyimpan sementara informasi tetapi juga berlaku
sebagai mesin pengolah informasi. Kapasitas memori kerja sangat terbatas dan
masa simpannya juga sangat singkat. Keterbatasan ini hanya berlaku untuk
informasi yang sama sekali baru bagi penggunanya atau yang memerlukan
pengolahan dengan cara berbeda dari informasi yang pernah diterimanya.
Informasi yang telah dipelajari akan tersimpan dalam memori jangka panjang,
tidak lagi memiliki keterbatasan baik dalam banyaknya maupun lamanya masa
simpan informasi tersebut, ketika dibawa kembali ke memori kerja melalui proses
pemanggilan kembali (recall/retrieval). Memori
kerja diasumsikan terdiri atas dua kanal atau dua bagian terpisah. Satu bagian
yang disebut disebut prosesor visual bekerja menerima dan mengolah informasi
yang berupa diagram 2 dimensi atau benda 3 dimensi dan bagian lain disebut
prosesor auditif yang bekerja mengolah informasi auditif. Kedua kanal atau
bagian memori bekerja secara koordinatif sebelum akhirnya informasi yang telah
diolah menjadi pengetahuan dan keterampilan disimpan dalam bentuk jaringan
hirarkis dalam memori jangka panjang.
Contoh media yang dapat digunakan dalam pembelajaran kimia
adalah : pada materi hidrokarbon, dapat di tampilkan gambar atau struktur suatu
senyawa hidrokarbon melalui media infokus yang telah dibuat sebelumnya dalam
bentuk soft file power point sambil memberikan penjelasan secara verbal
sehingga pembelajar dapat memproses informasi baik melalui kanal visual maupun
kanal verbal. Dan terjadi proses pengintegrasian yang terjadi
apabila pembelajar membangun jalinan antara model verbal dan model visual.
Ketika ingin menampilkan suatu gambar maka harus memperhatikan beberapa prinsip
contohnya prinsip keterdekatan waktu dengan menyajikan gambar dan teks yang
berhubungan secara bersamaan. Kemudian materi hidrokarbon disampaikan secara
sistematis, terurut dan jelas. Misalnya dimulai dari pengertian hidrokarbon,
jenis-jenis hidrokarbon, struktur senyawa hidrokarbon, sistem penamaan senyawa
hidrokarbon, sifat-sifat senyawa hidrokarbon dan reaksi-reaksi senyawa
hidrokarbon. Selain itu gambar dan teks yang disajikan tidak boleh ditampilkan
secara berlebihan, karena adanya keterbatasan kapasitas dalam memproses
informasi jika gambar atau teks yang disajikan terlalu berlebihan maka otak
tidak dapat menyerap semua informasi untuk dapat disimpan kedalam memori jangka
panjang.
2. Jelaskan
bagaimana teori dual coding dapat diadaptasikan dalam menyiapkan suatu multimedia
pembelajaran kimia
Jawab
:
Teori
dual coding, Cue summation dan cognitive load theory (CLT) adalah teori-teori
yang berakar pada psikologi kognitif yang dijadikan landasan dalam merancang
multimedia pembelajaran. Teori dual coding yang dikemukakan oleh Paivio (1986)
menyatakan bahwa kognisi manusia menggunakan dua saluran pemrosesan informasi
yaitu informasi verbal (logogens) berupa kata (lisan atau tertulis) dan
informasi nonverbal (piktorial/imagens).
Teori dual coding mengidentifikasi tiga cara pemrosesan informasi, yaitu:
Teori dual coding mengidentifikasi tiga cara pemrosesan informasi, yaitu:
(a) pengaktifan langsung representasi verbal
atau piktorial,
(b) pengaktifan representasi verbal oleh
piktorial atau sebaliknya
(c) pengaktifan secara bersama-sama
representasi verbal dan piktorial.
Mayer
(2003) mengintegrasikan teori dual coding ini ke dalam model SOI (Selecting
Organizing Integrating) dalam pemrosesan informasi. Hal terpenting yang dinyatakan oleh
teori muatan kognitif adalah sebuah gagasan bahwa kemampuan terbatas memori kerja, visual maupun auditori,
seharusnya menjadi pokok pikiran ketika
seseorang hendak mendesain atau menyiapkan sesuatu multimedia pembelajaran.
Aktivitas berpikir dimulai ketika sistem sensory
memory menerima rangsangan dari lingkungan, baik berupa rangsangan
verbal maupun rangsangan nonverbal. Hubungan-hubungan representatif (representational
connection) terbentuk untuk menemukan channel yang sesuai
dengan rangsangan yang diterima. Dalam channel verbal,
representasi dibentuk secara urut dan logis, sedangkan dalam channel nonverbal,
representasi dibentuk secara holistik. Sebagai contoh, mata, hidung, dan mulut
dapat dipandang secara terpisah, tetapi dapat juga dipandang sebagai bagian
dari wajah. Representasi informasi yang diproses melalui channel verbal
disebut logogen sedangkan representasi informasi yang diproses
melalui channel nonverbal disebut imagen (lihat
Gambar).
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Paivio dan Bagget tahun
1989 dan Kozma tahun 1991, mengindikasikan bahwa dengan memilih perpaduan media
yang tepat, kegiatan belajar dari seseorang dapat ditingkatkan. Sebagai contoh,
informasi yang disampaikan dengan menggunakan kata-kata (verbal) dan ilustrasi
yang relevan memiliki kecenderungan lebih mudah dipelajari dan dipahami
daripada informasi yang menggunakan teks saja, suara saja, perpaduan teks dan
suara saja, atau ilustrasi saja.
Apa perbedaab Dalam channel verbal dengan channel nonverbal?
BalasHapuschannel verbal berarti informasi yang didapat melalui pendengaran sedangan channel nonverbal berarti informasi yang didapat melalui penglihatan
BalasHapus