Minggu, 19 Februari 2017

PENGEMBANGAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KIMIA




E-learning pada pembelajaran di sekolah-sekolah khususnya pembelajaran sains telah diterapkan sejak beberapa tahun yang lalu. Selain untuk tujuan pembelajaran, penerapan e-learning juga sebagai sarana untuk mengenalkan teknologi informasi kepada peserta didik. Namun sampai sekarang pemanfaatannya masih kurang optimal. Bahkan sebagian orang beranggapan bahwa penerapan e-learning hanya sekedar mengikuti trend saja tanpa menghiraukan apakah tujuan pembelajaran dapat tercapai atau tidak. Oleh karena itu, penelitian atau kajian pustaka tentang implementasi e-learning khususnya pada pembelajaran sains perlu terus dilakukan.
Pengertian e-learning pada umumnya terfokus pada cakupan media atau teknologinya. E-learning menurut Gilbert & Jones dalam Surjono (2007) adalah suatu pengiriman materi pembelajaran melalui suatu media elektronik, seperti internet, intranet/ekstranet, satelite broadcast, audio/video, TV interaktif, CD-ROM dan computer based training (CBT). E-learning juga diartikan sebagai seluruh pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN atau Internet) untuk membantu interaksi dan penyampaian materi selama proses pembelajaran. Urdan dan Weggen menyatakan e-learning sebagai suatu pengiriman materi melalui semua media elektronik, termasuk internet, intranet, siaran radio satelit, alat perekam audio/video, TV interaktif, dan CD-ROM (Anderson, 2005).
Penerapan e-learning banyak variasinya, karena perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang cepat. Surjono (2007), menekankan penerapan e-learning pada pembelajaran secara online dan dibagi menjadi dua yaitu sederhana dan terpadu. Penerapan e-learning yang sederhana hanya berupa kumpulan bahan pembelajaran yang dimasukkan ke dalam web server dan ditambah dengan forum komunikasi melalui e-mail dan atau mailing list (milist). Penerapan terpadu yaitu berisi berbagai bahan pembelajaran yang dilengkapi dengan multimedia dan dipadukan dengan sistem informasi akademik, evaluasi, komunikasi, diskusi, dan berbagai sarana pendidikan lain, sehingga menjadi portal e-learning. Pembagian tersebut di atas berdasarkan pada pengamatan dari berbagai sistem pembelajaran berbasis web yang ada di internet. Nedelko (2008), menyatakan ada tiga jenis format penerapan e-learning, yaitu:
1.         Web Supported e-learning, yaitu pembelajaran tetap dilakukan secara tatap muka dan didukung dengan penggunaan website yang berisi rangkuman tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, tugas, dan tes singkat
2.         Blended or mixed mode e-learning, yaitu sebagaian proses pembelajaran dilakukan secara tatap muka dan sebagian lagi dilakukan secara online
3.         Fully online e-learning format, yaitu seluruh proses pembelajaran dilakukan secara online termasuk tatap muka antara pendidik dan peserta didik juga dilakukan secara online yaitu dengan menggunakan teleconference.
Kelebihan dari e-learning antara lain:
1.         Mengurangi biaya, walaupun pada awal pemasangan infrastruktur e-learning yaitu jaringan internet agak mahal, tetapi selanjutnya akan mengurangi biaya akomodasi karena informasi didapatkan dari berbagai tempat tanpa harus datang ketempat tersebut.
2.         Pesan/ isi e-learning dapat tetap (konsisten), dan juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
3.         Materi pembelajaran lebih up to date dan dapat diandalkan. E-learning yang berbasis internet (web) dapat memperbaharui materi secara cepat, sehingga membuat informasi lebih akurat dan berguna untuk jangka waktu tertentu.
4.         Pembelajaran 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Pendidik dan peserta didik dapat mengakses kapan saja dan dimana saja.
5.         Universal, setiap orang dapat melihat atau menerima materi yang sama dan dengan cara yang sama.
6.         Membangun komunitas, e-learning memungkinkan peserta didik maupun pendidik membangun sebuah komunitas yang berkelanjutan, untuk saling berbagi pengetahuan selama dan setelah pembelajaran.
7.         Daya tampung yang besar, e-learning tidak hanya dapat menampung 10 sampai 100 partisipan, tetapi juga dapat menampung ribuan partisipan.
Kelemahan dari e-learning lebih banyak dipengaruhi oleh faktor peserta didik dan pendidik. Kelemahan e-learning yang dirasakan oleh pendidik umumnya adalah memerlukan waktu yang banyak untuk mempersiapkan materi pembelajaran serta memperbaharui materi pembelajaran yang telah disajikan di dalam media elektronik. Adapun kelemahan e-learning dipandang dari segi peserta didik antara lain:
1.       Merasa kesepian, peserta didik dapat merasa kesepian karena tidak adanya interaksi fisik dengan pendidik dan teman-temannya, terutama untuk model fully online e-learning format.
2.       Keterampilan menggunakan peralatan ICT, peserta pendidik yang tidak terampil menggunakan peralatan ICT, akan kesulitan dalam mengikuti pembelajaran sehingga dapat mempengaruhi hasil akhir pembelajaran.
3.       Peserta didik yang tidak disiplin dan kurang memilikii motivasi untuk belajar akan sulit mengikuti tahap-tahap proses pembelajaran.
4.       Ada beberapa konsep-konsep pembelajaran yang sulit untuk dimodelkan atau dipelajari tanpa bimbingan pendidik.
5.       Adanya permasalahan saat menentukan format evaluasi yang tepat berhasil atau tidaknya peserta pendidik di dalam mengikuti pembelajaran secara e-learning.

            Pembelajaran kimia pada umumnya hanya terbatas pada penggunaan bahan ajar berupa buku teks dan LKS sehingga siswa kurang dapat memahami konsep mikroskopik. Lemahnya interaksi antara guru dengan siswa serta kecepatan belajar siswa yang seringkali  dianggap sama juga merupakan kendala dalam pembelajaran kimia, maka dari itu usaha-usaha peningkatan kualitas pembelajaran kimia saat ini terus dilakukan, termasuk peningkatan kualitas bahan ajar dan diversifikasi media pembelajaran. Peningkatan kualitas bahan ajar dan diversifikasi media pembelajaran diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan siswa dalam menghadapi era teknologi informasi dan komunikasi dengan tidak meninggalkan faktor pemahaman dan keterampilan siswa dalam proses pembelajaran kimia. Teknologi informasi dan komunikasi seharusnya menjadi alat sehari-hari dalam kegiatan belajar dan membelajarkan (Sitepu, 2008).

            Salah satu penggunaan teknologi informasi dan komunikasi adalah pemanfaatan internet dalam proses pembelajaran yang disebut dengan e-learning. E-Learning dapat diimplemantasikan dengan menggunakan alternatif tools yang disebut dengan LMS (Learning Management System). Mata pelajaran kimia sering dianggap sebagai pelajaran yang sulit karena materi kimia merupakan materi yang bersifat abstrak. Sebagian besar ilmu kimia merupakan ilmu percobaan dan sebagian besar pengetahuannya diperoleh dari penelitian di laboratorium (Chang, 2003). Belajar kimia pada dasarnya berangkat dari fakta yang ditemukan menuju konsep mikroskopik dan submikroskopik yang kemudian disimbolkan. Sehingga siswa cenderung lebih sulit memahami konsep mikroskopik dan submikroskopik  tersebut. Sehingga perlu dikembangkan alat bantu berupa media pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman yang menyeluruh dari fakta (makroskpik) menuju konsep abstrak (mikroskopik dan sub mikroskopik).Salah satu materi dalam pembelajaran kimia adalah sistem koloid. Sistem koloid bersifat kontekstual, dekat dengan kehidupan sehari-hari dan beberapa sifatnya merupakan konsep mikroskopik. Materi sistem koloid biasanya siswa diminta untuk menghafal saja, padahal siswa dapat memperoleh berbagai macam sumber belajar. Pemanfaatan internet dapat memberikan berbagai macam sumber mengenai materi sistem koloid serta video dan animasi yang dapat memberikan pengetahuan konsep  mikroskopik materi sistem koloid

            LMS adalah pengelolaan interaksi proses pembelajaran berbasis TIK melalui websites (Munir, 2010). LMS didesain untuk mengembangkan konten materi ajar berbasis e-learning. Tujuan dari LMS adalah mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah. Salah satu Software LMS yang banyak digunakan di dunia adalah MOODLE (Modular Object-Oriented Dynamic Learning Environment). Moodle memiliki kelebihan yaitu mudah digunakan oleh siapapun, walaupun tidak memiliki kemampuan pemrogaman sekalipun. LMS juga dilengkapi fitur-fitur yang dapat memenuhi semua kebutuhan pembelajaran termasuk kuis, forum,chat, dan Link ke web lain.

DAFTAR PUSTAKA

Chang, R. 2004. Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti.Jakarta: Erlangga.

Sitepu, B.P. 2008. Pengembangan Sumber Belajar. Jurnal Pendidikan Penabur, (Online), 11 (7) : 7992,(http://www.bpkpenabur.or.id/files/Hal.%207992%20Pengembangan%20Sumber%20Belaar.pdf),

Anderson, B. (2005). “Strategic e-learning implementation.” Educational Technology & Society, 8 (4), 1-8. 1. ISSN 1436-4522
Surjono, H.D. (2007). Pengantar E-learning dan Implementasinya di UNY. Makalah disampaikan pada Pelatihan Pembelajaran online UNY. Juli. Yogyakarta.

31 komentar:

  1. jika anda diposisikan sebagai pendidik dalam pembelajaran secara e-learning. bagaimana cara anda mengatasi ataupun meminimalisir kelemahan-kelemahan tersebut?

    BalasHapus
  2. Bagaimana kita sebagai calon guru untuk menimalisir kekurangan e-leaning pada Kecenderungan seseorang siswa yang mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial ?

    BalasHapus
  3. Untuk meminimalisir kelemahan yang ada dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti :
    1. pembelajaran e-learning harus dilakukan secara menyenangkan agar siswa tidak merasa kesepian selama proses pembelajaran. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan kuis kepada siswa kemudian siswa akan berlomba-lomba untuk menjawabnya selain itu siswa juga dapat berdiskusi dengan siswa lainnya dalam memecahkan setiap permasalahan sehingga pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan bagi siswa.
    2. peserta didik harus sudah memiliki Keterampilan menggunakan peralatan ICT sebelum mengikuti pembelajaran e-learning, karena jika siswa tidak bisa menggunakan peralatan ICT maka pembelajaran e-learning tidak akan berjalan dengan baik
    3. Sebagai seorang guru sudah seharusnya memberikan motivasi disetiap proses pembelajaran, dalam pembelajaran e-learning pemberian motivasi dapat berupa pujian atau pun pemberian skor nilai yang bagus sehingga siswa memiliki semangat belajar yang tinggi.
    4. konsep konsep pembelajaran yang sulit dapat dikurangi dengan penggunaan media audio visual seperti contoh nyaa video yang berkaitan dengan pembelajaran yang dapat diupload dan dilihat oleh siswa. Selain pembelajaran menjadi menarik siswa pun menjadi sedikit mengerti mengenai konsep-konsep pembelajaran yang sulit.
    5. penilaian untuk evaluasi dapat dilihat berdasarkan kehadiran siswa ataupun keaktifan siswa dalam menanggapi maupun bertanya mengenai setiap materi yang disampaikan selain itu juga dapat dilihat dari cara siswa menjawab soal yang kita berikan, sehingga guru dapat melihat apakah pemahaman konsep materinya sudah benar atau belum dan seberapa jauh dia mengerti mengenai materi tersebut. Berdasarkan hal tersebut maka dapat menjadi penilaian dalam proses evaluasi.

    BalasHapus
  4. Menurut saya Jika seorang siswa memiliki Kecenderungan untuk mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial, berarti siswa belum memiliki motivasi ataupun minat dalam dirinya utnuk mengikuti proses pembelajaran. Sebagai seorang guru maka harus memberikan semangat ataupun motivasi secara terus menerus yang bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti menyajikan pembelajaran secara menyenangkan dan membuat semua siswa ikut terlibat selama proses pembelajaran. Sehingga siswa akan termotivasi dengan melihat teman temannya yang semangat belajar dan juga guru akan membantu jika siswa mengalami kesulitan sehingga siswa tidak akan merasa tersisihkan dari yang lainnya. Selain itu dapat juga dengan memberikan pujian atau pun pemberian skor nilai yang bagus untuk meningkatkan motivasi dan semangat siswa dalam belajar.

    BalasHapus
  5. Adanya permasalahan saat menentukan format evaluasi yang tepat berhasil atau tidaknya peserta pendidik di dalam mengikuti pembelajaran secara e-learning.bagaimana cara menyelesaikan permasalahan tersebut?

    BalasHapus
  6. menurut saya, evaluasi yang dapat dilakukan dengan pembelajaran e-learning ini dapat dilihat dari keaktifan siswa dalam berdiskusi dan memberikan komentar terkait dengan materi yang kita berikan, kemudian kemampuan siswa dalam menjawab quiz dan tugas juga dapat menjadi pertimbangan dalam menilai berhasil atau tidaknya siswa selama proses pembelajaran. berdasarkan jawaban siswa tersebut kita dapat menilai seberapa paham kah siswa mengenai materi yang kita ajarkan

    BalasHapus
  7. Apakah menurut anda kendala-kendala yang serring ditemukan dalam proses pembelajaran melalui e-learning?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kendla yang sering ditemukan adalah kendala teknis seperti susahnya jaringan internet sehingga proses pembeljran e-learning tidak dapat berlangsung

      Hapus
  8. Salah satu kekurangan dari e-learning adalah Peserta didik bisa frustasi jika mereka tidak bisa mengakses grafik, gambar, dan video karena peralatan yang tidak memadai. Lalu bagaimana anda menyikapi hal tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk menyikapi hal tersebut maka ketika ingin memasukkan video kita terlebih dahulu menguploadnya di youtube kemudian memberi link nya pada yang bisa diakses oleh siswa

      Hapus
  9. menurut anda apakah e-learning yang semakin berkembang pesat ini dapat menggantikan posisi sekolah yang sekarang dijalani oleh siswa? jelaskan

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya tidak bisa, karena pembelajrn e-learning tidak memiliki izin yang khusus sehingga siswa tidak bisa mendapatkan ijazah jika telah selesai dari sekolah e-learning tersebut

      Hapus
  10. kita tahu bahwasannya e-learning guru tidak dapat langsung membimbing siswa/murid dalam pembelajaran, bagaimana anda sebagai seorang guru meminimalisir hal tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk meminimalisir hal tersebut maka kita dapat memberikan perhatian yang lebih seperti menannyakan mana materi yang belum dipahami dan apa yang perlu ditanyakan

      Hapus
  11. apa kekurangan dari e-learning yang dapat membuat e-learning tidak dapat disamakan dengan sekolah/proses belajar-mengajar secara langsung ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. pembelajrn e-learning tidak memiliki izin yang khusus sehingga siswa tidak bisa mendapatkan ijazah secara resmi jika telah selesai dari sekolah e-learning tersebut, jika kita lulus dari sekolah biasa kita bisa mendapatkan ijazah yang menunjukkn kita telah lulus dari sekolah tersebut

      Hapus
  12. Berikan contoh penerapan e-learning pada pembelajaran secara online secara terpadu!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penerapan terpadu yaitu berisi berbagai bahan pembelajaran yang dilengkapi dengan multimedia dan dipadukan dengan sistem informasi akademik, evaluasi, komunikasi, diskusi, dan berbagai sarana pendidikan lain, sehingga menjadi portal e-learning. contoh nya seperti e-campus

      Hapus
  13. jelaskan Apa saja komponen elearning yang harus terpenuhi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. komponen penting e-learning yang harus terpenui adlah adanya guru dan siswa, materi pembelajran, diskusi, dan evaluasi

      Hapus
  14. Bagaimana agar e-laerning dapat menjadi menarik? dan Bagaimana mengetahui keaktifan interaksi sesama siswa melalui e-learning?

    BalasHapus
    Balasan
    1. pembelajran e-learning dapat menjadi menarik dengan adanya penyajian materi yg menrik dan latihan soal yang dapat menantang siswa untuk berlomba-lomba dalm menyelesaiknnya sehingga siswa bisa saling berdiskusi antar teman ataupun guru. pembelajarn pun menjadi lebih menyenangkan

      Hapus
  15. sedikit menambahkan
    Hasil penelitian Setiawan (2014) tentang implementasi e-learning menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) menunjukkan bahwa faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi penerimaan user (peserta didik atau guru) sebagai berikut.
    1. Pengguna (peserta didik atau guru) yang sudah memahami kemudahan menggunakan sistem e-learning tersebut dan manfaat menggunakannya, maka akan mempunyai niat dan minat untuk menggunakan sistem e-learning. Dari minat penggunaan tersebut maka para pengguna akan senantiasa secara nyata menggunakan sistem e-learning sebagai sumber pembelajaran.
    2. Keberadaan pemahaman akan manfaat penggunaan sangat dipengaruhi oleh faktor di luar pengguna yakni organisasi bahan ajar elektronik yang dimiliki oleh sistem e-learning tersebut. Lain halnya untuk pemahaman akan adanya kemudahan menggunakan sistem e-learning yang sangat dipengaruhi oleh faktor luar bagi sistem e-learning tersebut yakni kondisi dari perbedaan individu pengguna.
    3. Bentuk model penerimaan sebuah teknologi informasi baru, yakni sistem e-learning yang diterapkan pada sampel pengguna yaitu ErO (relevansi e-resource dengan kebutuhan pembelajaran dan aksesibilitas e-resource dalam penggunaan) dan ID (visibilitas penggunaan, perkembangan diri teknologi komputer, pengalaman atas penggunaan komputer, dan pengetahuan akan bahan ajar) sebagai faktor laten luar atau faktor eksternal. PEoU (kemudahan untuk dipelajari/dipahami, kemudahan untuk digunakan, dan frekuensi penggunaan dalam pembelajaran), PU (kemudahan untuk meningkatkan keterampilan pembelajaran, mempertinggi efektifitas pembelajaran, menjawab kebutuhan pembelajaran, meningkatkan hasil pencapaian pembelajaran, meningkatkan efisiensi pembelajaran, dan memungkinkan adanya pengembangan cara pembelajaran), ITU (penambahan software/plugin pendukung, motivasi untuk tetap menggunakan dalam pembelajaran, dan memotivasi pengguna lain) dan ASU (lama penggunaan dalam pembelajaran dan kepuasan penggunaan dalam pembelajaran) sebagai faktor dalam atau faktor internal.
    Terlepas dari pro-kontra dalam pelaksanaannya, e-learning merupakan suatu variasi model pembelajaran yang hendaknya diterapkan pada pembelajaran sains di sekolah. E-learning merupakan suatu jalan untuk mengintegrasikan perkembangan TIK di dalam pembelajaran. Selain untuk meningkatkan soft skill peserta pendidik di dalam bidang teknologi, e-learning juga dapat meningkatkan kemandirian dan peran aktif peserta pendidik di dalam proses pembelajaran. Hal ini tidak terlepas dari upaya untuk terus melakukan pembaruan atau inovasi dalam pendidikan.
    Pembaharuan atau inovasi yang harus dilakukan untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia meliputi aspek pengembangan teknologi yang digunakan dalam proses pendidikan, sistem pendidikan yang diterapkan, bahkan inovasi yang berhubungan langsung dengan proses pembelajaran yaitu inovasi mengenai kurikulum, strategi belajar, metode pengajaran atau model yang diterapkan dalam proses belajar mengajar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sependapat dengan ditta bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran elearning baik dari faktor pengguna yaitu siswa dan guru ataupun faktor dari luar

      Hapus
  16. Apakah pembelajaran dengan sistem e-learning efektif dilakukan? Mengapa? Apa semua siswa dapat memahami materi pelajaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya pembelajran elearning yang efektif dilakukan dengan Blended or mixed mode e-learning, yaitu sebagaian proses pembelajaran dilakukan secara tatap muka dan sebagian lagi dilakukan secara online

      Hapus
  17. sedikit menambahkan,
    Media pembelajaran berbasis learning management system menjadi salah satu solusi yang bisa dipakai dalam proses pembelajaran. Beberapa alasan menggunakan media pembelajaran ini adalah(a) terjadi peningkatan efektivitas pembelajaran dan prestasiakademik siswa, (b) menambah kenyamanan, (c) menarik lebih banyak perhatian siswa kepada materi yang disampaikan dalam pembelajaran, (d) dapat diterapkan dengan berbagai tingkat dan model pembelajaran, dan (e) dapat menambah waktu pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi dunia maya (Kim, 2007:5; Kose, 2010:2796).Media pembelajaran berbasis LMS sangat berguna dalam menyediakan lingkungan/suasana belajar yang lengkap bagi siswa, karena penuh dengan penyediaan dokumen yang terkait modul dalam format elektronik, kesempatan untuk saling belajar bersama-sama,dan kesempatan untuk menyerahkan semua penilaian sumatif secara elektronik. Alasan lain yang mendukung perspektif tersebut adalah bahwa setiap siswa memiliki akses ke semua konten pembelajaran, memiliki fleksibilitas waktu dan momen yang paling cocok untuk kebutuhan siswa dalam belajar, dapat belajar dengan kemampuan kecepatan belajar masing-masing, dan berpartisipasi dalam kesempatan belajar yang interaktif (Alberst et al, 2007:55-56; Kose, 2010:2796).

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju dengan pendapat olga bahwa pembelajaran e-learning merupakan salah satu alternatif pembelajran yang dpat dipakai. hal ini memungkinkan bahwa proses pembelajran dapat berlangsung dengan jarak jauh atau secara tidak langsung. namun pembelajran ini pun juga masih kurang efektif untuk diterapkan saat ini karena berbagai faktor

      Hapus
  18. bagaimanakah cara yang efektif dalam mengembangkan pembelajaran kimia dengan mengunakan e-learning?

    BalasHapus
    Balasan
    1. agar pembelajran elearning dapat berjalan efektif maka pembelajran lebih banyak berdiskusi dengan teman lainnya, selain agar pembelajran menjadi tidak bosan siswa pun menjadi termotivasi untuk belajr dan berlomba-lomba mendapatkan nilai yang bagus

      Hapus
  19. Kelemahan e-learning yang dirasakan oleh pendidik umumnya adalah memerlukan waktu yang banyak untuk mempersiapkan materi pembelajaran serta memperbaharui materi pembelajaran yang telah disajikan di dalam media elektronik. Bagaimana anda sebagai calon guru nanti dalam mensiasati hal ini? Agar tidak memerlukan waktu yang banyak

    BalasHapus